Category Archives: sajak

Regretted

1 detik

 

Ku tidak pinta banyak

Cuma 1 detik

Paling ke arahku

senyumlah

 

Itu sudah cukup

Buat aku bernafas untuk seribu tahun lagi.

 

Kay Masingan

April 2012

 

I did some unnecessary actions last week which I regretted it until today – or forever. Saya ingat saya sudah membuat pertimbangan yang logik, tetapi rupanya saya salah perkiraan. Ya, ada benda-benda yang we cannot undo anymore and we had no other options other than to face the consequences.

Oh, it’s not related with the post that I finally moved under private mode recently. Jangan kamu ingat itu pula. :)

Briefly, it is something to do with my Money/ Financial Management.

Happy Tuesday all please make long consideration before taking any action otherwise you’ll regret it for the rest of your life.

 

* love the poem* :)

Pudar

Bila hati mula berbagi

Hasrat janji kian terpesong

Arah rasa bersimpang siur

Ada rindu

Ada cinta

Ada benci

Ada duka

Ada kasihan

Pada dia-dia, pada diri sendiri

Lalu seperti dalam kabus kejam

Cerita sumpah dan janji

beransur pudar

dan rapuh

 

Kay Masingan

February, 2012.

 

Well, another blurry background photos just to prove that this is the only shooting technique I prefer familiar the most when taking photo. I hope you all don’t get bored with my photos. Yes, I knew that I should learn and try to practise other shooting techniques but how?

Portrait?

Scenery?

See how naïve I am on this subject.

Oh, how I wish to have a talent like this man – Thomas

Okay, here are the photos. Both objects located at the back of my house.

Photobucket

Gumpalan dedaun muda pokok pisang

Photobucket

Batang pokok tembakau yang mati dan kian rapuh

 

Happy Friday and selamat berhujung minggu

Not related

Usah terus berpura

jika memang tiada

cinta kerana simpati

menambah sengsara duka

sakitnya umpama mati

pada tiga hati

 

Kay Masingan

February 2012

 

Okay, what do you think about above poem? :)

Oh no! it nothing to do with me. Not related with my life at all.

But I believed cinta simpati does exist, right? Frankly I wonder why some people love someone just because of sympathy. They pretend to love their couple but they actually don’t and at the same time they hurt their own feeling. For me they just created a pathetic situation in their life which in a long time will lead to more serious problems? Why not just telling him or her the truth? Yes, for sure it must be hurts, but well that’s what we called life.

We all need to face it.

Here are two photos for you. I couldn’t recall when actually I took these photos but it might be on last month. I was about to delete these photos from my Picasa’s library but then I changed my mind and end up with posted them here.

Photobucket

Rubber tree in front of my house

Photobucket

flower?

 

A Poem?

Cinta simpati?

Photos?

 

Oh, these three are not related.

Penasaran

terlihat kau di mana-mana

bersama aku, dia dan dia

aku penasaran, hingga pedih hati ini

harusnya kenapa begitu?

 

sedetik untuk aku

ligat kau berjalan bersama yang lain

menari-nari kau

mengelap hujan di pipi mereka

jadi aku?

kau biar aku begini

melayan penasaran yang terpendam

 

lama di sana

datang kau balik padaku

sesaat jua

tanpa sempat ku melihat siap mekar senyum mu

kau pergi lagi

kepada mereka

 

Penasaran, ya.

aku memang penasaran pada mu

kau suka tinggalkan aku

dengan segala rasa penasaran dan penasaran

 

sedarkah kau?

 

Kay Masingan

23.08.2011

 

 

keterasingan

Dikerumuni

sesak yang menyesakkan

aku enggan tertumpu

hanya sunyi yang pedih

berkunjung masa demi masa

tanpa putus-putus

dalam alir darah

membentuk gelap dalam hati

 

Walau terang ada di mana-mana

 

bahai usang terbang

sendiri dia mencipta gelombang

tinggi dan rendah

seakan membawa rasa ku bersama

pergi dari kesesakan ini

 

Hatiku terlalu gelap

terkunci rapat dan kelat

tetawa sini sana seakan angin tanpa bunyi dan rasa

petir dan guruh bersenda, takut aku tidak

Takjub aku tidak pada corak kejam sang petir

 

Aku terasing – dalam tempat yang penuh warna, bunyi dan rasa

 

Hinggakan roh juga ingin keluar

menggegarkan tubuhku

mengejutkan aku, membangkitkan aku

dari keterasingan ini.

 

Kay Masingan

August, 2011

*bahai* – beg plastik. Bahai adalah bahasa sukuan di Sabah. Penting dinyatakan agar tidak ada yang tersalah tafsir ianya tentang fahaman Bahai.